Artikel

Artikel & Tips Furniture

Tips memilih, merawat, dan cerita di balik furniture kayu jati Jepara — langsung dari workshop METIS.

Kayu Jati Putih: Bukan Jati Asli, Ini Penjelasannya

2026-09-19 · METIS Indonesia

Kayu Jati Putih: Bukan Jati Asli, Ini Penjelasannya

Kayu Jati Putih: Bukan Jati Asli, Ini Penjelasannya

Di toko kayu, Anda mungkin pernah mendengar istilah 'jati putih'. Namanya terdengar seperti bagian dari keluarga jati, bahkan ada yang bertanya 'jati putih kelas berapa'. Padahal, kayu jati putih umumnya bukan kayu jati asli. Memahami hal ini penting agar Anda tidak membeli kayu kelas lain dengan harga jati.

## Kenapa Namanya 'Jati Putih'

Nama 'jati putih' lahir dari kebiasaan pasar, bukan dari ilmu tanaman. Warna kayunya lebih terang dan pucat dibandingkan jati asli yang coklat keemasan, sehingga orang menambahkan kata 'putih'. Dalam perdagangan, istilah ini sering dipakai untuk beberapa jenis kayu berbeda — tergantung daerah dan penjual — dan yang paling sering adalah kayu cepat tumbuh yang ringan.

Artinya, saat mendengar 'jati putih', pertanyaan pertama yang perlu Anda ajukan adalah: sebenarnya ini kayu apa? Nama pasaran bukan jaminan jenis kayu.

## Beda yang Bisa Dirasakan Langsung

Jati asli punya minyak alami di seratnya, beratnya padat, dan seratnya rapat. Kayu jati putih cenderung lebih ringan, lebih pucat, dan terasa lebih kering saat disentuh. Dari sisi kekuatan, jati asli jauh lebih unggul karena tumbuh lambat dan membentuk serat padat bertahun-tahun, sementara kayu cepat tumbuh membentuk serat lebih renggang.

Konsekuensi praktisnya: kayu jati putih lebih mudah tergores, lebih mudah penyok, dan lebih rentan terhadap rayap serta jamur jika diletakkan di tempat lembap. Itu bukan berarti kayu ini buruk — ia hanya kelas yang berbeda, dengan harga yang seharusnya juga berbeda.

## Kenapa Banyak Dipakai untuk Furniture Murah

Karena harganya jauh lebih murah dan mudah didapat, kayu jati putih sering dipakai untuk furniture produksi massal, pelapis, bagian belakang lemari, atau mebel yang dipakai di ruangan kering dan tidak menanggung beban berat. Selama fungsi itu disadari, pemakaiannya wajar.

Masalah muncul ketika ia dijual dengan narasi 'sama seperti jati'. Di situ pembeli membayar harga jati untuk kayu yang kualitasnya tidak setara — dan biasanya baru menyadarinya setelah beberapa tahun, saat mebel mulai berubah bentuk atau muncul serangga.

## Cara Memastikan Sebelum Membeli

Pertama, tanyakan jenis kayunya dengan nama yang jelas, bukan hanya nama dagang. Kedua, minta melihat bahan mentahnya: jati asli memiliki serat padat, warna hangat, dan kadang terasa berminyak. Ketiga, bandingkan beratnya — jati asli terasa lebih berat untuk ukuran yang sama. Keempat, bandingkan harganya dengan pasaran jati; jika jauh lebih murah, kemungkinan besar bukan jati asli.

Untuk furniture yang akan dipakai bertahun-tahun, jangan mengambil risiko pada jenis kayu. Perbedaan biaya di awal jauh lebih kecil dibanding biaya mengganti furniture dalam beberapa tahun.

## Kapan Kayu Jati Putih Boleh Dipakai

Kayu jati putih masih masuk akal untuk keperluan dekoratif di ruangan kering, furniture sementara, properti sewaan berjangka pendek, atau bagian yang tidak menanggung beban. Yang perlu dihindari adalah memakainya di area lembap seperti kamar mandi, teras terbuka, atau dapur dengan uap air tinggi.

Intinya sederhana: kenali kayunya, sesuaikan dengan fungsinya, dan bayar sesuai kelasnya. Kalau Anda memang menginginkan furniture yang awet belasan tahun, pilihannya tetap kayu jati solid. Di METIS, semua furniture kami kerjakan dari kayu jati solid di Jepara, dan kami terbuka menjelaskan jenis kayu yang dipakai sebelum Anda memesan.

Lihat artikel lain · Tanya / pesan custom